Selasa, 03 Juni 2014

Entity-Relationship Diagram (ERD)



Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual representasi data. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem. Dimana sistem  seringkali memiliki basis data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down. Diagram untuk menggambarkan model Entitiy-Relationship ini disebut Entitiy-Relationship diagram, ER diagram, atau ERD.

Ada sejumlah konvensi mengenai Notasi  ERD. Notasi klasik sering digunakan untuk model konseptual. Berbagai notasi lain juga digunakan untuk menggambarkan secara logis dan fisik dari suatu basis data, salah satunya adalah IDEF1X.
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/02/model-erd.jpg
Model ERD
Notasi-notasi simbolik yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut :
  • Entitas, Adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas juga dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999). Ada dua macam entitas yaitu entitas kuat dan entitas lemah. Entitas kuat merupakan entitas yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lainnya. Contohnya entitas anggota. Sedangkan entitas lemah merupakan entitas yang kemunculannya tergantung pada keberadaaan entitas lain dalam suatu relasi.
  • Atribut, Atribut merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran atau elips. Atribut yang menjadi kunci entitas atau key diberi garis bawah.
  • Relasi atau Hubungan, Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
  • Penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis.
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/02/contoh-erd.jpg
Contoh ERD

Menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Macam-macam kardinalitas adalah:
  • Satu ke satu (one to one), Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
  • Satu ke banyak (one to many), Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
  • Banyak ke banyak (many to many), Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.
Tahap pertama pada desain sistem informasi menggunakan model ER adalah menggambarkan kebutuhan informasi atau jenis informasi yang akan disimpan dalam database. Teknik pemodelan data dapat digunakan untuk menggambarkan setiap ontologi (yaitu gambaran dan klasifikasi dari istilah yang digunakan dan hubungan anatar informasi) untuk wilayah tertentu.
Tahap berikutnya disebut  desain logis, dimana data dipetakan ke model data yang logis, seperti model relasional.  Model data yang loguis ini kemudian dipetakan menjadi model fisik , sehingga kadang-kadang, Tahap kedua ini disebut sebagai “desain fisik”.
Secara umum metodologi ERD sebagai berikut:
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/metodologi.gif
Metodologi ERD

Sebuah perusahaan mempunyai beberapa bagian. Masing-masing bagian mempunyai pengawas dan setidaknya satu pegawai. Pegawai ditugaskan paling tidak di satu bagian (dapat pula dibeberapa bagian). Paling tidak satu pegawai mendapat tugas di satu proyek. Tetapi seorang pegawai dapat libur dan tidak dapat tugas di proyek.

Menentukan entitas
Entitasnya : pengawas, bagian, pegawai, proyek

Menentukan relasi dengan matrik relasi
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/menentukan-relasi.gif
Menentukan Relasi

Gambar ERD sementara
Hubungkan entitas sesuai dengan matrik relasi yang dibuat
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/erd-sementara.gif
ERD Sementara

Mengisi kardinalitas
Dari gambaran permasalahan dapat diketahui bahwa:
  • masing-masing bagian hanya punya satu pengawas
  • seorang pengawas bertugas di satu bagian
  • masing-masing bagian ada minimal satu pegawai
  • masing-masing pegawai bekerja paling tidak di satu bagian
  • masing-masing proyek dikerjakan paling tidak oleh satu pegawai
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/mengisi-kardinalitas.gif
Mengisi kardinalitas

Menentukan kunci utama
Kunci utamanya: Nomor Pengawas, Nama Bagian, Nomor Pegawai, Nomor Proyek
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/menentukan-kunci-utama.gif
Menentukan Kunci Utama (Primary Key)

Menggambar ERD berdasarkan kunci
Ada dua relasi many to many pada ERD sementara, yaitu antara bagian dengan pegawai, pegawai dengan proyek, oleh sebab itu kita buat entitas baru yaitu bagian -pegawai dan pegawai-proyek Kunci utama dari entitas baru adalah kunci utama dari entitas lain yang akan menjadi kunci tamu di entitas yang baru.
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/menggambar-erd-berdasarkan-kunci.gif
Menggambar ERD berdasarkan kunci

Menentukan atribut
Atribut yang diperlukan adalah: nama bagian, nama proyek, nama pegawai, nama pengawas, nomor proyek, nomor pegawai, nomor pengawas

Memetakan atribut
  • Bagian : Nama bagian
  • Proyek: Nama proyek
  • Pegawai:Nama pegawai
  • Pengawas: Nama pengawas
  • Proyek-Pegawai : Nomor proyek, Nomor pegawai
  • Pengawas: Nomor pengawas
Menggambar ERD dengan atribut
http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/2010/03/menggambar-erd-dengan-atribut.gif
Menggambar ERD dengan atribut

Memeriksa Hasil
Periksa apakah masih terdapat redundasi. ERD akhir: untuk pemodelan data pada sistem.

SUMBER:
http://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/03/16/sistem-basis-data-entity-relationship-diagram-erd/

Flowchart



      Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukan hasil (flow) didalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.
       Flowcart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelsaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma.
      
Pedoman dalam menggambar suatu bagan alir, analis sistem atau pemrograman sebagai berikut;
  • Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman.
  • Kegiatan didalam bagan alir harus ditunjukan dengan jelas.
  • Harus ditunjukan darimana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhirnya.
  • Masing-masing kegiatan didalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili  suatu pekerjaan, misalnya;“persiapkan” dokumen “hitung” gaji.
  • Masing-masing kegiatan didalam bagan alir harus didalm urutan yang semestinya.
  • Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ketempat lain harus ditunjukan dengan jelas menggunakan symbol penghubung.
  • Gunakanlah symbol-simbol bagan alir yang standar.

Menurut Jogiyanto, ada 5 macam bagan alir. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Bagan alir sistem (sistems flowchart)
  Bagan alir sistem (system flowchartmerupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruan dari sistem. Bagan menjelaskan urutan-urutan dari prosedure-prosedure yang ada dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukan apa yang dikerjakan sistem. Bagan alir sistem digambar dengan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl18mUUHUzZyPHG56NNe35Aa11FttnJ0K7WrGb7Kp_dmL8NET_MqG_TzLB9Vzo-Nk1q1Z_dnzKC-Atb1K4sP10GMN8miIonglrP8aI_6Ew47Vh4j-wlnGJp8iXPcaJCjXHXmEjWmRwV9g/s640/flowchart+sistem.jpg
gambar flowchart sistem
           2. Bagan alir dokumen (document flowchart)
      Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut bagan alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem.

       3. Bagan alir skematik (schematic flowchart)
      Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah bagan alir skematik menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem , juga menggunakan gambar - gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir.

       4. Bagan alir program (program flowchart)
    Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE5o0l_4dySbHRVAzWOO3MWK9Dmld9JdeBbEyINblQI7INZ4gDxveM603IgxRrX4F9mTJDr1y12lonvIN1Wqh2XQiYjyGOv-oyFzMQoDgDg9IYgpV_B9FR5QPGTdpr-YeOqWz0Z6z9RGU/s400/flowchart+program.jpg
gambar flowchart program

   5. Bagan alir proses (process flowchart)
            Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan teknik industri. Bagan alir juga berguna bagi anilis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedure. Bagan alir proses menggunakan lima buah simbol tersendiri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidhySYsM1e0IzSFtH6s1buBzw392g6K6uLGUliPPSaOE60cLxu_5FDPRpJuPzu7C4L1j4KY24OBSkNxLBNawyQwW01SrOlftzMOO8ch6Uwzrb1qAECpujVOdZPetSTauZb8JnXLuKFCQE/s1600/flow+proses.jpg
gambar flowchart proses

  SUMBER:

Perancangan Sistem Informasi



Suatu kegiatan di dalam menciptakan suatu konsep kerja terpadu antara manusia dengan mesin yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan tertentu atau bersama guna menghasilkan informasi yang akurat untuk proses pengambilan keputusan di dalam mendukung fungsi operasi manajemen di suatu organisasi.

PERANCANGAN : suatu kegiatan di dalam menciptakan suatu kondisi baru / solusi yang didasari atas evaluasi dari konsepsi yang serasi serta bentuk permasalahan atau kasus yang ada.
SISTEM : seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, mesin /alat & prosedur serta konsepsi yang dihimpun menjadi satu untuk maksud & tujuan tertentu atau bersama.
INFORMASI : data yang sudah diolah & diklasifikasikan serta di-interpretasikan yang nantinya digunakan untuk proses pengambilan keputusan.

Tujuan Perancangan Sistem

Tahap Perancangan  /  Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu :
1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik yang terlibat (lebih condong pada desain sistem yang terinci).

Tahapan Perancangan Sistem

1. Perancangan Output
Perancangan output atau keluaran merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, karena laporan atau keluaran yang dihasilkan harus memudahkan bagi setiap unsur manusia yang membutuhkannya. Analisis dan Perancangan Sistem Tipe output dapat dibedakan :
- Eksternal
Tujuan output untuk informasi diluar organisasi pemakai. Contoh : faktur, check, tanda terima pembayaran, dll.
- Internal
 Tujuan output untuk informasi dilingkungan organisasi pemakai. Contoh : laporan-laporan terinci, laporan-laporan ringkasan, dll.
Yang harus diperhatikan dalam perancangan output :
a) Tipe output (Eksternal, Internal)
b) Isi output (keterangan atau informasi)
c) Format output (berupa keterangan/narrative, tabel atau grafik)
d) Frekuensi (banyaknya pencetakan dalam periode tertentu)

Langkah-langkah Perancangan Output Secara Umum :
a) Menentukan kebutuhan Output dari sistem yang baru
b) Output yang akan dirancang dapat ditentukan dari DFD sistem baru yang telah dibuat.
c) Menentukan parameter dari Output (lihat yang harus diperhatikan dalam perancangan Output)

2. Perancangan Input
Tujuan dari Perancangan Input adalah :
a) Untuk mengefektifkan biaya pemasukan data
b) Untuk mencapai keakuratan yang tinggi
c) Untuk menjamin pemasukan data dapat diterima & dimengerti oleh pemakai

Proses Input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu:
a) Data capture / Penangkapan data
b) Data preparation / Penyiapan data
c) Data entry / Pemasukan data
Input yang menggunakan alat input tidak langsung mempunyai 3 tahapan utama, yaitu data capture, data preparation dan data entry. Sedangkan input yang menggunakan alat input langsung terdiri dari 2 tahapan utama, yaitu data capture dan data entry. Tipe Input:
a. Eksternal
 Pada tipe ini pemasukan data berasal dari luar organisasi.  Contoh : faktur pembelian, kwitansi-kwitansi dari luar organisasi.
b. Internal  Analisis dan Perancangan Sistem                                                                     
Pada tipe ini pemasukan data hasil komunikasi pemakai dengan system 
Contoh : faktur penjualan, order penjualan.
Yang perlu diperhatikan dalam Perancangan Input adalah :
a) Tipe input
b) Fleksibel format
c) Kecepatan 
d) Akurat
e) Metode verifikasi
f) Mudah dikoreksi
g) Keamanan
h) Mudah digunakan
i)  Kompatibel dengan sistem yang lain
j)  Biaya yang ekonomis

Langkah-langkah Perancangan Input Secara Umum :

  • Menentukan kebutuhan Input dari sistem yang baru
  • Input yang akan dirancang dapat ditentukan dari DFD sistem baru yang telah dibuat
  • Menentukan parameter dari Input

Alat Input direct entry :
MICR, OCR, OMR, DIGITIZER, IMAGE SCANNER, POS DEVICE, ATM, MOUSE, VOICE RECOGNITION.

SUMBER:
http://fauzial-bukhari.blogspot.com/2011/07/perancangan-sistem-informasi.html